"SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1432 H" <----> Pemasangan Iklan Kolom Koran, Minimal 1 Minggu, Maksimal 3 hari sebelum Iklan diterbitkan
Emitron Adv. Persada Kemala Blok 14/6 Jakasampurna Bekasi Barat 17145 Telp./Fax.: (021) 88951257 SMS 085310377866 Email: adv.emitron@yahoo.co.id

Ingin Baca Artikel Klik tanda (X) sebelah kanan atas =>
Share |

Belajar Tanpa Kesadaran


Ada yang sering dilupakan dari komunikasi adalah memahami seseorang yang mencoba menjelaskan sesuatu perkara pada kita atau mencoba menyampaikan sebuah pesan. Bukan berarti komunikasi tidak efektif – hanya saja, proses belajar tidak akan pernah hanya dengan mengirimkan sebuah pesan terperinci dan jelas. Beberapa psikologi telah menandai tipe belajar tidak langsung ini sebagai “belajar tanpa keterlibatan” ada juga yang menyebutnya sebagai “memori implisit” atau “belajar secara insidentil” atau “belajar tanpa kesadaran” untuk istilah yang terakhir agaknya kurang tepat. Masalahnya bukan orang tidak sadar, itu merupakan sisi lain dari “fokus proses” yang ada dalam komunikasi. Di sini, kita lebih memfokuskan sesuatu yang lain daripada pesan itu.

Untuk serial Tv misalnya, pesan-pesannya sengaja disampaikan dalam bentuk hiburan, juga disampaikan dalam bentuk drama atau lagu. Bagi para penonton mempelajarinya bukanlah tugas, melainkan pengalaman. Dan itu akan terjadi lebih efektif apabila disampaikan dalam bentuk hiburan kaleidoskop, suara dan visual.

Kita dapat mempelajari keahlian, informasi, citra atau apa pun melalui model belajar insidentil ini – dan ini konsisten dengan apa yang kita ketahui atau kita percaya (misalnya, di bawah pengaruh hipnotis, kita tidak akan mengikuti perintah yang bertentangan dengan nilai yang kita miliki. Juga, ingatan kita akan menolak sesuatu yang tidak konsisten dengan struktur kepercayaan kita. Komunikasi yang merusak prinsip-prinsip ini tidak akan efektif karena justru menimbulkan penolakan).

Kita belum menemukan alasan lain mengapa orang sulit menganalisis pengaruh iklan secara mendalam sekalipun sudah masuk dalam ingatan mereka. Kadang-kadang iklan tidak secara jelas memberikan informasi kepada kita. Jika benar demikian, iklan yang didasarkan pada citra, emosi atau drama akan lebih benar lagi, hal penting yang perlu diketahui di sini adalah seseorang umumnya kurang bisa memahami informasi yang disampaikan. Dalam kondisi seperti ini, iklan sebaiknya disampaikan dalam nuansa keakraban bukan semata-semata dalam bentuk pesan.

Ketika meneliti efek model belajar insidentil ini, para psikolog menggunakan sampel dua orang yang memiliki keahlian sama dari belajar materi yang sama pula, namun dalam dua situasi yang berbeda: dengan dan tanpa bermaksud mengingat. Dari penelitian itu, para psikolog dapat menyimpulkan bahwa belajar insidentil secara kualitatif tidak berbeda dengan belajar pada umumnya (sesuai jadwal) secara kuantitatif berbeda – yaitu dari jumlah materi yang dikuasainya.

Bincang

0 comments
Prev Next Next
 

Copyright @ 2011 By. Emitron Advertising