|
Bagaimana kata dan citra seperti “Sex” yang diketahui sudah begitu melekat dengan sebagian iklan? Apakah itu tidak cukup menjadi bukti bahwa iklan bawah sadar sebenarnya masih dipraktikkan, dan berhasil? Tidak! Image dan kata-kata seperti itu tidak memberikan bukti apa pun. Sekalipun buku-buku semacam itu, seperti Subliminal Seduction tulisan Wilson Bryan Key, telah menimbulkan kehebohan dan penyakit gila karena takut atau kecewa (paranoia), kita percaya hal itu tidak memberikan pengaruh apa pun selain graffity visual dan permainan lawak praktis yang sengaja diciptakan oleh mereka yang mendesain iklan itu.
Ini hampir seperti Hershfald, seorang kartunis New Yoker, yang menulis nama anak perempuannya, “Nina”, pada salah satu kartun ciptaannya. Anda harus mencari kartu yang tertulis nama Nina, namun kartu itu sama dengan yang lain.
Contoh yang diberikan Key kebanyakan merupakan iklan cetak. Ini sangat mudah bagi seorang direktur seni untuk memasukkan sesuatu ke dalam iklan – sebuah gambar karikatur pimpinan, misalnya – tanpa pimpinan itu menyadari bahwa itu gambar dirinya. Seorang teman direktur seni suatu hari menunjuk sebuah gambar di poster yang ia desain dan pasti telah dilihat pimpinan ratusan kali. Dalam poster itu pimpinan digambarkan berada tepat di tengah-tengah sebuah keramaian. Seperti karakter Waldo dalam buku anak-anak, ia merupakan sosok yang tidak terlihat – jika anda tidak sengaja mencarinya. Robert Maxwell, seorang pemilik Daily Mirror London yang kurang terkenal juga pernah menggunakan sebuah kartun di mana sang kartunis memasukkan kata “Fuck Maxwell” dengan hurup kecil diantara garis berlekuk-lekuk.
Ketika kata “Sex” ditemukan tersembunyi dalam bayangan kubus es seperti pada iklan sopi Gilbey, seorang pengarah seni barangkali bukan bermaksud mempermainkan klien atau pimpinannya. Ia hanya ingin mengatakan bahwa pimpinannya bisa melepaskan diri dari keramaian itu tanpa seorang pun memperhatikannya.
Hal itu tentu menjadi amunisi bagi para teoretikus konspirasi yang menginterpretasikan kata atau image sebagai bukti bahwa iklan bawah sadar masih dipraktikkan dan mampu membujuk kita tanpa kita menyadarinya.












Bincang
Poskan Komentar