"SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1432 H" <----> Pemasangan Iklan Kolom Koran, Minimal 1 Minggu, Maksimal 3 hari sebelum Iklan diterbitkan
Emitron Adv. Persada Kemala Blok 14/6 Jakasampurna Bekasi Barat 17145 Telp./Fax.: (021) 88951257 SMS 085310377866 Email: adv.emitron@yahoo.co.id

Ingin Baca Artikel Klik tanda (X) sebelah kanan atas =>
Share |

Konsep Iklan dan Promosi

Perlu adanya sebuah penerapan konsep relationship marketing yang dipadukan dengan satu bentuk konsep marketing communication yang akan ditujukan untuk memperkuat pemosisian perusahaannya dan juga produk/Jasa yang dimiliki oleh perusahaan dengan group-group bisnis itu. Dengan penguatan kembali kapasitas kekuatan (reinforcement) ditujukan untuk mempersiapkan manajemen perusahaan dalam mengatur strategi baru iklan dan promosi, dan harus siap untuk melakukan penetrasi pasar. Dalam perilaku suasana dalam lingkungan perusahaan secara bersamaan, perusahaan harus mampu menciptakan sebuah standardisasi group yang dapat diterapkan di tiap-tiap unit bisnis tanpa harus menghilangkan karakteristik potensial unit-unit bisnis itu. Untuk membangun posisi tertinggi di pasar, pertama, perusahaan harus membangun hubungan yang kuat. Mereka harus membangun hubungan dengan konsumen, penyalur, penjual, orang-orang dekat perusahaan dan anggota perkumpulan. Kedua, mereka juga harus mendapatkan keuntungan dari industri infrastruktur di mana kuncinya adalah orang dan perusahaan yang telah menjadikan industri itu menjadi lebih kuat.

Ada pendekatan pengendali pasar (market driven approach) dan pendekatan pengendalian market (driver market approach). Kedua pendekatan ini sangat berbeda. Pendekatan pengendalian pasar didasarkan atas penggunaan trik-trik iklan, promosi, pemasaran dengan tujuan untuk menguasai atau masuk ke dalam pikiran konsumen. Pendekatan pengendali pasar melibatkan dialog antara perusahaan dengan konsumen dan antara perusahaan dengan pasar. Produk, pelayanan dan pendekatan terhadap pasar dirubah, dimodifikasi, diganti, dan sering diciptakan melalui dialog. Kedua cara itu dilakukan dengan menggunakan teknik komunikasi, dan hal inilah mengapa saling berhubungan erat, karena keduanya berusaha untuk membangun pasar.

Prosedur upaya pemasaran kepada konsumen secara tradisional atau pemasaran komoditas barang digunakan dalam pendekatan pengendali pemasaran. Mereka sering bertindak seolah mereka adalah kata-kata dan gambar yang tiba-tiba akan menguasai kepercayaan konsumen. Hal ini tidak seperti kondisi sekarang dan pilihan zaman ini. Artinya merupakan satu kesatuan dan memiliki kekuatan yang sangat tinggi dalam penanganan iklan, promosi dan pasar. Inilah yang menyebabkan beberapa perusahaan memilih untuk bersifat konservatif, tanpa disadari membangun sebuah infrastruktur pasar lebih sulit jika tidak didukung oleh kekuatan iklan dan promosi.

Setiap distributor memerhatikan apakah produk kuat atau tidak, jika membantu mendistribusikan produk, akan selalu berharap produk itu dapat laris bak kacang goreng. Tentu semua ini didukung oleh kegiatan iklan dan promosi yang besar dan dilakukan dalam jangka waktu panjang.

Strategi awal adalah dengan membentuk market infrastructure yang lebih kuat dan dominan dengan mereka yang dapat memengaruhi perkembangan infrastruktur di saat ini dan masa yang akan datang. Dan yang merupakan bagian dari infrastruktur itu adalah:

  • Media dan Expertise (yayasan lembaga konsumen indonesia, surat kabar/koran, majalah, broadcast dan ahli kesehatan)
  • Distributor, Supplier, Agen, Agen pengecer
  • Manajemen (area Supervisor, Sales Representative, Sales Promotion Mand and Girl)

Tujuannya adalah untuk membangun ifrastruktur pasar yang kuat, membangun suasana keakraban dan terjalinnya hubungan informal yang lebih luas, mentransfer pengetahuan tentang produk dan perusahaan (positioning a product and corporate), dan pembagian area pemasaran yang lebih sederhana untuk mempermudah pendistribusian, efisien dan konsentrasi pemasaran yang lebih efektif.

Bincang

0 comments
Prev Next Next
 

Copyright @ 2011 By. Emitron Advertising