
Iklan memang harus mendapat perhatian kita, untuk itu, sebuah iklan harus mampu “menembus” kekacauan iklan lain. Prinsip pertama dalam dunia periklanan, sebuah iklan harus mampu bertahan dan tampak lebih menonjol dibanding iklan-iklan lain. Untuk merealisasikan prinsip itu, para pemasang iklan kemudian mempergunakan berbagai alat atau media seperti: media cetak koran, majalah, atau media elektronik radio, Tv, dan jenis media lainnya. “manusia adalah mahluk sosial, oleh karena itu, mereka pun memiliki bentuk gerakan yang sama, khususnya cara menggerakkan wajah dan tangan. Di sini, mata secara khusus juga memiliki pengaruh yang cukup aktif.” Karakter emosional, stimulus erotis, anak-anak kecil dan hewan semua dapat meningkatkan probabilitas untuk menarik perhatian. “hal ini tentunya, bukan tanpa tujuan. Karena semua itu kerap digunakan dalam dunia periklanan selama bertahun-tahun – sekalipun tidak selalu bersifat fungsional.” Misalnya, para pemasang iklan mencoba memasukkan unsur seks dalam iklan sebagai penarik perhatian ketika iklan itu tidak memiliki hubungan hakiki dengan produk yang diiklankan. Namun seperti kepercayaan konsumen populer, cara ini kurang efektif jika tidak ada hubungan langsung dengan tempat penjualan khusus.
Para pembaca mungkin akan terkejut setelah mengetahui iklan itu tidak efektif. Hal ini karena mendapat perhatian hanya satu-satunya cara untuk meraih keberhasilan itu. Telur diperlukan untuk membuat kue, namun kue tidak akan jadi jika hanya mengandalkan telur saja. Hanya mengandalkan perhatian saja tidaklah memadai untuk membuat sebuah iklan bekerja.
Setiap pemasang iklan ingin agar iklannya meraih keberhasilan, oleh karena itu mereka melakukan segala macam cara untuk meraih keberhasilan itu – termasuk berbagai trik tipuan guna mengarahkan perhatian audiens dari iklan produk dan merek lain. Media seperti humor, gairah seksual dan emosi dapat memberikan kesan ilusif pada audiens. Iklan itu akan tampak lebih jelas sehingga mudah meraih keberhasilan. Namun, apakah ini benar-benar efektif?
Sebuah iklan yang berusaha mendorong perhatian, namun gagal menyertakan merek dan pesan-pesannya akan sia-sia. Sekalipun bisa bertahan, iklan itu tidak akan mampu bekerja secara maksimal. Ini karena si pemasang iklan sendiri tidak menekankan petingnya memperkuat merek dan pesan akibat pengaruh distraksi.
Seks adalah penarik perhatian alami yang sudah digunakan secara luas. Banyak produk diiklankan secara parsial karena kita ingin agar iklan itu tampak lebih atraktif. Kita juga ingin agar produk-produk yang diiklankan memiliki hubungan “secara alami” dengan daya tarik seksual. Produk-produk seperti busana, pakaian dalam wanita, perhiasan dan parfum sering dihubungkan dengan sifat alami itu. – misalnya merek Victoria Secret (pakaian dalam wanita), Jewelery.com (perhiasan) dan berbagai merek parfum baik untuk pria maupun wanita.









Bincang
Poskan Komentar