
Efektifitas iklan saat ini sudah terlalu berlebihan, pada saat yang sama efektifitas ini didasarkan pada apa yang tampaknya menjadi mekanisme psikologis yang kuat: belajar tanpa sebuah kesadaran, mengubah merek menjadi simbol, membuat orang melihat merek dengan cara berbeda-beda, pengaruh dari konformitas dan penggunaan merek untuk mengekspresikan identitas. Lantas, mengapa sebuah iklan tidak lebih kuat daripada itu semua? Banyak sekali faktor yang sangat mendesak dan sering membuat frustasi para pemasang iklan untuk mempengaruhi calon konsumen. Hal ini menunjukkan indikasi betapa sulitnya bagi para pemasang iklan untuk membuat mekanisme psikologis ini mampu bekerja. Sementara untuk menggunakan manipulasi penjualan sangatlah tidak mungkin. Seperti sistem politik demokrasi yang juga memiliki mekanisme checks & balances untuk membatasi kekuasaan pemerintah yang berkuasa/terpilih. Karena itu, mekanisme ini juga berlaku bagi para pemasang iklan dalam lingkungan yang sangat kompetitif ini. Lagi pula sebagai konsumen kita bebas untuk menentukan pilihan membeli atau tidak. Ketika sebuah merek atau produk sudah tidak lagi menjanjikan, atau sudah tidak sesuai dengan iklannya. Kekuatan iklan sebenarnya dibatasi oleh batasan praktis dan absolut.
Aktivitas pesaing adalah salah satu batas terpenting dari kekuatan seorang pemasang iklan untuk mempengaruhi kita. Iklan pesaing lebih sering daripada tidak, mengakibatkan usaha-usaha yang dibangun pemasang iklan secara inndividual menjadi tumpul. Jika Pizza Hut adalah satu-satunya pemasang iklan dalam kategori restoran cepat saji maka kekuatan iklan dan pangsa pasarnya dipastikan lebih besar daripada yang dimiliki pesaing. Baca Selengkapnya...









Bincang
Poskan Komentar