"SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1432 H" <----> Pemasangan Iklan Kolom Koran, Minimal 1 Minggu, Maksimal 3 hari sebelum Iklan diterbitkan
Emitron Adv. Persada Kemala Blok 14/6 Jakasampurna Bekasi Barat 17145 Telp./Fax.: (021) 88951257 SMS 085310377866 Email: adv.emitron@yahoo.co.id

Ingin Baca Artikel Klik tanda (X) sebelah kanan atas =>
Share |

Iklan “Menciptakan Kebutuhan?”

Banyak juga orang-orang yang “anti terhadap iklan” seringkali menganggap para pemasang iklan itu hanyalah menciptakan kebutuhan dan juga memanipulasi kita untuk membeli sesuatu yang tidak kita inginkan atau juga tidak dibutuhkan kita. Dan lantas, pengembangan seperti apa dan bagaimana sehingga mekanisme dalam pesan iklan secara psikologis dapat dan bisa digunakan untuk menciptakan satu kebutuhan atau memanipulasi orang agar membeli sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan ataupun tidak mereka inginkan? Sebelum kita menjawab ini, kita akan melihat dua buah pertanyaan yang tentu saling berkaitan. Apakah yang begitu benar-benar kita butuhkan dan peran apa yang dimainkan oleh iklan dalam mengantarkan sebuah pesan produk baru sehingga akan mendapatkan perhatian kita? Sebuah pesan iklan tentu mengumumkan pesan produk-produk baru, iklan seperti ini secara umum cukup jelas dan sangat efektif karena bisa membuat kita sadar akan produk dan merek baru itu. Inilah peran iklan di mana manusia jarang dijadikan sebuah objek – kecuali produk baru itu hanyalah produk sepele. Dan tentunya mereka juga melihat hal itu sebagai peran positif – yang menginformasikan kepada kita tentang berbagai peristiwa baru. Untuk itu, iklan di sini bisa dikategorikan sebagai iklan berita – yang dihargai karena informasinya.

Kritik terhadap iklan tidak difokuskan pada peran kesadaran. Hal ini berbeda dengan peran persuasif yang mampu membuat kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita inginkan atau dibutuhkan. Dalam hal ini, persuasi sering dianggap kurang relevan, atau ketika persuasi itu benar-benar relevan pun belum tentu bisa memberikan catatan positif. Meskipun muncul banyak perkiraan, setiap orang sepakat – paling tidak 40% dari semua produk konsumen baru gagal, dan diperkirakan sebanyak 80% hingga 90% mengalami tingkat kegagalan yang tidak seperti biasanya. Di sini terdapat interaksi yang cukup jelas antara apa yang ingin dijual pemasang iklan dan pelaku pasa dengan apa yang kita butuhkan dan kita inginkan – dalam kapasitas kita sebagai konsumen. Baca Selengkapnya

Bincang

0 comments
Prev Next Next
 

Copyright @ 2011 By. Emitron Advertising