"SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1432 H" <----> Pemasangan Iklan Kolom Koran, Minimal 1 Minggu, Maksimal 3 hari sebelum Iklan diterbitkan
Emitron Adv. Persada Kemala Blok 14/6 Jakasampurna Bekasi Barat 17145 Telp./Fax.: (021) 88951257 SMS 085310377866 Email: adv.emitron@yahoo.co.id

Ingin Baca Artikel Klik tanda (X) sebelah kanan atas =>
Share |

Resistensi Sebuah Iklan

Ada batasan lain terhadap kemampuan iklan untuk menguji pengaruh yang tidak terbatas dan ini menggambarkan daya tahan terhadap perubahan yang terjadi secara alami dalam pikiran. Tampaknya kebutuhan konsistensi kognitif yang kuat dan cenderung menolak segala sesuatu yang tidak konsisten dengan apa yang sekarang kita ketahui atau kita harapkan. Untuk menyukseskan hal itu, sebuah penemuan biasanya harus menemukan garis pembatas resistensi minimal. Sebagai contoh, selama bertahun-tahun setelah konsistensi kognitif ini dikembangkan, banyak orang menolak kopi instan karena model iklannya hanya didasarkan pada kemudahan dalam penggunaan. Penelitian menyebutkan bahwa para pembeli produk makanan rumah tangga (umumnya wanita di tahun 50-an) melihat apa yang disebut manfaat yang menyenangkan hidup, seperti menggambarkan secara langsung pola hidup mereka sehari-hari. Seorang ibu rumah tangga yang membeli kopi instan (sebagai pengganti biji kopi) dianggap malas dan tidak peduli pada keluarga. Perlu diingat bahwa model peran wanita pada tahun 1950-an berbeda dengan peran wanita pada masa kini. Anggapan negatif ini perlahan-lahan berkurang seiring semakin terbukanya masyarakat akan berbagai penemuan baru yang berorentasi pada manfaat dan penghematan waktu. Termasuk penemuan berbagai produk seperti mesin cuci piring, microwave dan mesin pencuci otomatis.

Contoh lain adalah mesin pengaduk makanan elektrik tanpa bising yang ditolak karena beberapa alasan – dianggap tidak memiliki banyak tenaga listrik. Kita cenderung mempercayai bahwa mesin bertenaga besar selalu mengeluarkan bunyi bising. Sebuah mesin yang bertenaga kuat dan tidak bising tidak konsisten dengan kebiasaan kita sehingga kita sangat sulit untuk menerimanya pada saat itu. Baca Selengkapnya ...

Bincang

0 comments
Prev Next Next
 

Copyright @ 2011 By. Emitron Advertising